<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Segala Unek-Unek Gue</title>
	<atom:link href="http://ahlistatistika.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ahlistatistika.wordpress.com</link>
	<description>motivasi, nasihat, karya, ide, kritik, saran, mantra-mantra, sumpah serapah, cacian, makian.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Mar 2009 06:17:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ahlistatistika.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/539548ed23ebe5509a8672be7774bcd9?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Segala Unek-Unek Gue</title>
		<link>http://ahlistatistika.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ahlistatistika.wordpress.com/osd.xml" title="Segala Unek-Unek Gue" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ahlistatistika.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pergilah lalu Kembalilah</title>
		<link>http://ahlistatistika.wordpress.com/2009/03/27/pergilah-lalu-kembalilah/</link>
		<comments>http://ahlistatistika.wordpress.com/2009/03/27/pergilah-lalu-kembalilah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 11:40:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>richard</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlistatistika.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[beberapa hari yang lalu pas gw lg bosen bgt. gw googling terus ketemu cerita yang cukup menyentuh hati gw, cerita ini gw copy paste langsung dari http://mioariefiansyah.wordpress.com begini ceritanya&#8230;&#8230;&#8230;. ” Maaf Mas Bintang, sepertinya hubungan ini tidak bisa dilanjutkan, Aku ingin kita putus ” kataku pada laki-laki yang selama empat tahun ini mengisi hari-hariku itu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahlistatistika.wordpress.com&amp;blog=6989657&amp;post=63&amp;subd=ahlistatistika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">beberapa hari yang lalu pas gw lg bosen bgt. gw googling terus ketemu cerita yang cukup menyentuh hati gw, cerita ini gw copy paste langsung dari <a rel="nofollow" href="http://mioariefiansyah.wordpress.com/">http://mioariefiansyah.wordpress.com</a></p>
<p style="text-align:justify;">begini ceritanya&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:maroon;">” Maaf Mas Bintang, sepertinya hubungan ini tidak bisa dilanjutkan, Aku ingin kita putus ” kataku pada laki-laki yang selama empat tahun ini mengisi hari-hariku itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:red;">” Tapi kenapa Lan? Apa salah dan dosaku hingga kau tega memutuskan tali cinta kita ini “, jawab laki-laki itu dengan tatapan penuh keingintahuan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:maroon;">” Aku tak bisa menjelaskannya, aku benar-benar tidak bisa…apa Mas bisa mengerti apa yang kurasakan?”, Meski sebenarnya aku ingin menjelaskan semuanya namun serasa ada yang menghalangi diri ini untuk berkata apa yang ada di dalam hati..</span></p>
<p style="text-align:justify;">Sepi……sunyi…….</p>
<p style="text-align:justify;">Deras hujan yang turun semakin menambah suasana kala itu menjadi semakin dingin. Aku tidak akan pernah melupakan tatapan matanya waktu itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Bintang Kejora namanya, seseorang yang mampu meluluhkan kebekuan yang ada di dalam hatiku. Seseorang yang selalu ada ketika aku membutuhkannya. Seseorang yang mengajarkan aku apa itu cinta walau tidak dengan kata-kata. <span lang="SV">Semenjak bertemu dengan dia hidupku menjadi penuh warna. Hari-hari yang aku lalui benar-benar terasa bernuansa cinta. Dimana-mana ada cinta…Di setiap gang rumahku yang sempit dan bau pun terdapat cinta, di daerah perkampungan kumuh yang aku huni itu terdapat sejuta cinta, di jalan, di tempat aku menimba ilmu, semuanya bertebaran cinta…cinta dan cinta…..</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Namun, saat cinta itu sudah mendoktrinku aku untuk terus memujanya, di saat itulah aku harus memutuskannya……..</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Ya, setelah empat tahun aku dan Mas Bintang menjalin kasih dan selama empat tahun itu pula tak pernah ada masalah yang membuat rasa cintaku berkurang padanya, di saat itulah aku harus memutuskannya…..Ya, tepat di akhir tahun 2006…</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Ironis memang tapi itulah kenyataannya….</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Saat itu dia sangat marah….dia sangat marah padaku. Entah apa yang dia katakan padaku, yang jelas dia sangat marah. Padahal dia berjuang untuk aku, bekerja keras untuk bisa menikahiku, pagi kuliah, sore hingga malam bekerja <em>part time</em>, dan dini hari belajar. Semua itu semata-mata dilakukannya agar dia cepat menikahi aku, seperti janjinya ketika kami masih SMA kala itu,</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:red;" lang="SV">” Bulan, kamu mau khan nunggu aku…berjanjilah untuk selalu setia padaku meski aku harus melanjutkan studiku nun jauh di sana…Mas janji untuk menikahimu tahun 2008 nanti Insya Allah Mas akan berusaha sekuat tenaga agar bisa secepatnya menikahimu, Janji ya di sini setia meski Mas jauh, Mas sayang banget sama Bulan, dan Mas yakin Bulan adalah akan menjadi istri Mas nanti,” Aku masih ingat dia pernah mengatakan itu padaku sambil menggenggam jemariku, waktu itu aku baru kelas dua SMA sedangkan dia kelas tiga.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:maroon;" lang="SV">” Iya Mas, Bulan janji akan selalu setia kok, janji banget…… dan Bulan juga akan mempersiapkan diri untuk menjadi istri yang baik he he…Tapi Mas Bintang di sana juga jangan macem-macem ya, Katanya di Jakarta ceweknya cantik-cantik…ntar lupa lagi sama Bulan yang ada di Malang…Awas lho jangan macem-macem, ” Begitulah kataku waktu itu sambil menatap wajahnya yang menurutku benar-benar tampan. Aku memperhatikan wajahnya kala itu, dan aku merasa beruntung banget bisa menjadi cintanya. Sungguh tampan, wajah putih bersih, hidung mancung, mata, bibir, semuanya dan tidak hanya fisiknya saja namun dia juga pintar dan baik hati….. Aku bahagia sekali bersamanya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Hingga dia benar-benar pergi…..namun dia pergi hanya untuk sementara, suatu saat nanti dia pasti akan kembali untuk menepati janjinya itu, yaitu menikahi aku….itulah yang aku percayai waktu itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Kami berhubungan jarak jauh. Namun, seperti kata pepatah jauhpun tak masalah asalkan rasa cinta itu masih membara dalam dada.. Mas Bintang tidak pernah absen untuk menelponku setiap hari, walau hanya sekedar ingin mendengarkan suaraku saja.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Aku juga masih ingat ketika aku baru saja masuk di sebuah Universitas ternama di kota Malang….Mas Bintang adalah orang paling bahagia selain orang tua dan teman-temanku. Ditambah lagi aku memutuskan untuk memakai jilbab waktu itu yang menambah kebahagiaan dia…</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:red;" lang="SV">” Wah Bulan pasti cantik banget memakai jilbab…sayang Mas Bintang nggak bisa pulang, jadi panitia OSPEK soalnya, gimana donk..padahal pengen banget lihat ” katanya waktu itu dengan penuh sesal.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:maroon;" lang="SV">” Nggak apa-apa kok Mas Bintang, meski nggak ketemu tapi khan selalu di hati, itu yang penting…..”, balasku mencoba menghiburnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan bulan berganti tahun……..</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Aku baru sadar dan mengerti bahwa apa yang aku lakukan selama ini dengan Mas Bintang adalah sebuah kekeliruan besar. Sesuatu yang mungkin dianggap wajar tapi sebenarnya salah. Tidak ada toleransi walau hanya sedikit. Sebenarnya aku sudah mengetahuinya sejak semester I, ketika masih awal-awal menjadi Mahasiswa Baru… Aku baru paham dan mengerti hukum pacaran itu seperti apa.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Meski awalnya aku tidak menghiraukan, namun lama-lama akupun gerah. Aku merasa ada yang mengganjal di sudut hatiku yang paling dalam. Mengapa aku tidak bisa tenang ketika Mas Bintang datang ke rumah, tidak seperti dulu. Mengapa aku merasa banyak orang mengamatiku ketika aku jalan berdua dengannya. Dan begitu banyak sekali selentingan-selentingan yang membuat kupingku panas, bukan karena ucapan mereka namun karena aku tahu apa yang mereka ucapkan tentang aku itu benar.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;" lang="SV">” Eh tuh tuh lihat belum tentu khan orang yang berjilbab itu baik, buktinya…lihat tuh dia jalan sama cowok..siapa lagi kalau bukan pacarnya..kalau suaminya kayaknya nggak mungkin saudara apalagi”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;" lang="SV">” Eh ternyata orang yang jilbabab tuh belum tentu ya, buktinya kamu Lan berjilbab jalan terus tapi pacaran juga tetep lancar, aku kira dulu….” bla bla bla…..</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="SV">Itulah yang aku dengar hampir setiap hari. Aku tahu aku yang salah. Meskipun banyak orang yang tenang-tenang aja, namun aku juga tidak bisa menyalahkan mereka jika mereka menyalahkan aku. Inilah dunia, praktek itu jauh lebih susah daripada teori.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="SV">Awalnya, aku merasa tidak mungkin bisa untuk memutuskan tali cintaku dengan Mas Bintang. Tidak mungkin. Ya, tentu saja karena aku begitu mencintainya. Bagiku dia adalah laki-laki pertama dan satu-satunya yang mendiami relung hatiku. Melihat ketulusan di wajahnya tidak mungkin kalau aku tiba-tiba saja aku memutuskannya tanpa alasan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="SV">Hingga akhirnya aku beranikan diri dan kusiapkan hati untuk memutuskannya………</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="SV">Sakit, perih, pedih, terluka, menjadi serpihan yang tidak ada bentuknya…..</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="SV">Impian dan harapan semuanya hilang bersama dengan kehampaan di jiwa…….</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="SV">Hari-hari yang dulu indah berganti dengan mimpi buruk yang siap menemani sepanjang hari….</span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:blue;" lang="SV">Mas Bintang, tahukah kamu bahwa ketika aku memutuskanmu……duniaku serasa hancur…..tapi ini harus aku lakukan…..Jika memang kita jodoh, maka Allah akan mempersatukan kita dalam sebuah ikatan suci bernama pernikahan tahun 2008 nanti sesuai janjimu….Namun jika dirimu bukan jodohku aku berharap Mas mendapatkan yang lebih baik dari aku, karena aku sayang banget sama kamu Mas….Percayalah padaku..semua ini aku lakukan karena aku sangat mencintaimu….aku tidak mau Mas terjerumus karena aku, karena akulah yang membuatmu seperti ini. Dari dulu Mas sudah tahu khan pacaran itu bagaimana, tapi kekuatanmu itu hilang ketika bertemu denganku …Aku yang telah memalingkanmu Mas …maafkan aku…Jaga diri baik-baik…mudah-mudahan Mas sukses.</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">sms terakhirku buat Mas Bintang dan tidak ada balasan darinya….Ya aku bisa mengerti…Aku tidak mau menyakiti hatinya lagi. Ini memang yang terbaik buat aku dan dia. Meskipun terasa sakit…tapi ini memang yang terbaik…Aku harus yakin itu….Percayalah Mas, dirimu akan selalu di hatiku. Kamu adalah kenangan terindah yang pernah aku miliki….</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;" lang="SV">Hari ini, tanggal 29 Juli tahun 2008…..Tepat Pukul 10.00 WIB nanti, aku akan menghadapi ujian skripsi. Ya, tinggal beberapa menit lagi, namun yang aku ingat bukanlah materi skripsi………………….</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;" lang="SV">Mas Bintang….orang itu yang aku ingat dan aku lihat dalam bayanganku saat ini. Kenangan-kenanganku bersamanya terlihat jelas di dalam otakku barusan. Saat-saat indah bersamanya juga saat aku memutuskannya… Aku sedih Mas, hari ini kamu tidak bisa menemaniku, tapi aku harus yakin bahwa ini yang terbaik. Mungkin Mas Bintang sudah menikah setelah dua tahun kita berpisah….. Aku turut bahagia Mas. Entah kenapa aku jadi berimajinasi dengan pikiranku sendiri. Sudahlah, sekarang yang harus aku pikirkan adalah ujian skripsi bukan dia…</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;" lang="SV">(Dua jam kemudian)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;" lang="SV">Alhamdulillah ujian skripsi sudah aku lewati dengan baik dan aku dinyatakan lulus dengan nilai yang bagus. Alhamdulillah Ya Allah… Sekarang satu masalah sudah terlewati. Namun, masih banyak ujian kehidupan yang lainnya yang masih harus aku hadapi……</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;" lang="SV">Tiba-tiba saja……….</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:teal;" lang="SV">” Bulan….” seperti ada suara yang memanggilku ketika aku baru saja keluar dari ruang tempat ujian berlangsung…</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;" lang="SV">Tidak mungkin dia, pikirku…tidak mungkin….aku hanya berkhayal…aku harus membuang jauh-jauh pikiranku ini…tidak mungkin dia…</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;" lang="SV">Namun suara itu semakin lama semakin terasa dekat…..dan akhirnya aku beranikan diri untuk menoleh ke arah suara itu, toh itu cuma perasaanku saja, bukankah di sini memang rame banget….</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;" lang="SV">Dan…Betapa terkejutnya aku ketika aku tahu bahwa yang memangilku tadi adalah……… </span><span style="color:#993300;">Mas Bintang……..</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;" lang="SV">aku tak bisa berkata-kata. Aku masih terpana melihatnya. Tidak jauh beda wajahnya, masih tetap tampan. Astagfirullah…..Ya Allah maafkanlah aku, dia bukan siapa-siapaku, aku tidak boleh terpukau ketampanannya, aku harus menundukkan pandangan….</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;" lang="SV">Lama kami saling diam, tanpa saling bicara, dan tanpa saling melihat….kami sama-sama menunduk….terasa sepi meski di tengah keramaian…</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;" lang="SV">Entah siapa yang menyuruh, tiba-tiba saja Mas Bintang bilang……….</span><span style="color:teal;" lang="SV">” Bulan, selamat ya Udah lulus dengan nilai yang terbaik….tapi bukan karena itu Mas datang ke sini, Mas…ingin melamarmu Bulan khan sudah lulus..Kita menikah tahun ini……. ” bla bla bla…</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;" lang="SV">Entah Apa yang dia ucapkan barusan, tapi yang paling aku ingat adalah …me-ni-kah…..iya…dia menepati janjinya enam tahun yang lalu, meskipun dua tahun belakangan ini hubungan aku dan dia sudah putus….yakin sekali dia…yakin bahwa aku masih mencintainya…meskipun memang benar adanya……bahwa aku masih setia dan sayang padanya….</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;" lang="SV">Aku hanya tersenyum tanpa bisa berkata-kata….</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Ya Allah, hari ini lengkaplah sudah kebahagiaanku…sebagai seorang wanita…..Insya Allah aku siap Mas Bintang mengarungi samudra kehidupan ini bersamamu, meraih cita-cita bersama. Begitulah yang ingin aku ucapkan padanya namun lagi-lagi hanya sampai di tenggorokan saja….Ya Mungkin dia sudah tahu….Allah inikah hadiah untukku dari-Mu….Alhamdulillah Ya Allah Terimakasih…..</span></p>
<p style="text-align:justify;">
di copy dari</p>
<pre> <a rel="nofollow" href="http://mioariefiansyah.wordpress.com/">http://mioariefiansyah.wordpress.com</a></pre>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahlistatistika.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahlistatistika.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahlistatistika.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahlistatistika.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahlistatistika.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahlistatistika.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahlistatistika.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahlistatistika.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahlistatistika.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahlistatistika.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahlistatistika.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahlistatistika.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahlistatistika.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahlistatistika.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahlistatistika.wordpress.com&amp;blog=6989657&amp;post=63&amp;subd=ahlistatistika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahlistatistika.wordpress.com/2009/03/27/pergilah-lalu-kembalilah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f7d03fdb4187644db6ee9f58d34b4587?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">richard</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang seseorang</title>
		<link>http://ahlistatistika.wordpress.com/2009/03/27/tentang-seseorang/</link>
		<comments>http://ahlistatistika.wordpress.com/2009/03/27/tentang-seseorang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 11:07:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>richard</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlistatistika.wordpress.com/2009/03/27/tentang-seseorang/</guid>
		<description><![CDATA[a friend tell her story to me.. Dia bukanlah bagian dari hidupku, tidak pernah walau sedetikpun. Mengenalnya pun tidak. Dia hanyalah seseorang yang selalu duduk di tempat duduk yang sama, gerbong yang sama, kereta yang sama. Kereta yang selalu kunaiki setiap pagi bila akan berangkat ke kantor. Sebelumnya aku tak pernah menyadari dia ada, hingga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahlistatistika.wordpress.com&amp;blog=6989657&amp;post=60&amp;subd=ahlistatistika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>a friend tell her story to me..</p>
<p>Dia bukanlah bagian dari hidupku, tidak pernah walau sedetikpun. Mengenalnya pun tidak. Dia hanyalah seseorang yang selalu duduk di tempat duduk yang sama, gerbong yang sama, kereta yang sama. Kereta yang selalu kunaiki setiap pagi bila akan berangkat ke kantor.</p>
<p>Sebelumnya aku tak pernah menyadari dia ada, hingga aku bertatap pandang dengannya dan senyumnya yang menawan tersungging di bibirnya. Hari-hari berikutnya aku semakin sering melihatnya. Dia selalu membawa buku sketsa dan pensil yang sama, yang kian hari kian memendek. Dia selalu terlihat asyik melukis, sambil sesekali membubuhkan remah roti diatas buku sketsanya, dan sesekali melihat sekeliling.</p>
<p>Wajahnya selalu pucat, tapi tertutupi oleh ketampanannya. Sudah lima minggu aku selalu memperhatikannya, melihatnya melukis. Aku ingin mengenalnya, tapi tertahan oleh kodrat wanita yang hanya menunggu. Sedangkan dia juga hanya mencuri pandang, dan bila tiba-tiba kami saling bertatapan, kami tersenyum.</p>
<p>Yang membuatku terkejut adalah sikapnya kemarin. Tak kusangka-sangka dia berjalan ke arahku. Tapi kereta sudah berhenti di stasiun di dekat kantorku. Aku cepat-cepat turun. Dia berusaha mengejarku, tapi stasiun terlalu ramai.</p>
<p>Pagi ini aku bangun agak siang. Aku memaki diriku sendiri. Bagaimana aku bisa bertemu dengannya kalau aku tidak bisa menghargai waktu? Dugaanku benar, dia tidak ada di tempat biasanya dia duduk. Dia pasti naik kereta yang sebelumnya. Hari itu aku tidak bersemangat bekerja.</p>
<p>* * *</p>
<p>Sudah dua minggu aku tidak melihatnya lagi duduk di tempat yang biasanya. Padahal sejak hari aku bangun kesiangan itu, aku selalu berangkat ke stasiun lebih pagi. Mungkin dia tidak menyukai orang yang tidak menghargai waktu, sehingga dia tidak mau menemuiku lagi.</p>
<p>Seperti pagi ini, aku tidak melihatnya duduk di kursinya. Aku berjalan pelan ke kursinya, dan duduk disitu. Belum lama aku duduk, seseorang memegang bahuku. Aku kaget, spontan aku berdiri dan menghadap ke orang yang memegang bahuku. Belum sempat kukeluarkan satu hurufpun, ketika lelaki itu bicara dengan lembut dan sopan.</p>
<p>“Non, Tuan yang biasa duduk di tempat duduk ini, meinitipkan amplop ini untuk Nona. Mari ikut saya.” Seperti tersihir, aku menurut saja tanpa bertanya lagi. Aku keluar kereta itu, mengikuti lelaki tadi. Dia membuka pintu sebuah mobil mewah dan mempersilakan aku masuk. “Saya akan antar Nona sampai tempat kerja.”</p>
<p>“Tuan meminta Nona membuka amplop itu sesampai Nona tiba di tempat kerja.” Selama perjalanan aku hanya diam. Setelah aku turun, lelaki itu berkata lagi, “Silakan dibuka. Akan saya tunggu hingga Nona selesai membacanya. Itu pesan Tuan.” Lalu aku membacanya.</p>
<p>Selamat pagi, bidadariku. Maafkan aku, aku takkan bisa lagi melihat wajahmu yang cantik itu, senyummu yang menarik itu, dan matamu yang berbinar itu. Aku takkan bisa menemuimu, lagi, sampai kapanpun. Fisikku yang lemah dan penyakitku yang kian hari kian menggerogoti tubuhku, membuat dokter memvonisku tidak boleh terlalu capai. Bersama surat ini, kuberikan dua buah lukisan hasil karyaku. Yang berlatar awan adalah bidadari yang kulihat di mimpiku, dan yang berlatar jendela gerbong itu kau. Mirip ya? Aku ingin bisa memilikimu, tapi ternyata aku tak bisa. Aku hanya bisa memandangmu, tapi bagiku itu sudah lebih dari cukup. Sekarang aku harus istirahat total di rumah, karena kondisiku yang makin parah. Maafkan aku, bidadariku. Maafkan aku bila aku selalu memperhatikanmu di kereta walau tak kausadari, bila aku ingin mengenalmu lebih jauh, dan bila mencintaimu begitu dalam, sedangkan aku tak mampu lagi walau hanya memandangmu. Terima kasih atas segala yang kau lakukan pada hidupku. Kau telah mengubah segala yang ada di diriku. Aku mencintaimu. Salam, -Bima-</p>
<p>Setelah kubaca, kupandang lelaki setengah baya di hadapanku. Dan tanpa aku bertanya dia berkata, “Tuan berpesan agar amplop ini diserahkan setelah Tuan berpulang. Tuan telah berpulang pagi ini, pukul lima lewat dua puluh menit. Akan dimakamkan nanti pukul sepuluh. Bila Nona berkenan, Tuan ingin Nona untuk tidak masuk kerja hari ini dan melayat ke rumah duka.” Dadaku seperti tertimpa beban beribu-ribu ton.</p>
<p>Kudekap surat itu, kupanjatkan doa untuknya. Air mataku menitik, dan aku berbisik lirih, “Aku juga mencintaimu.” Lalu aku masuk mobil itu lagi. ***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahlistatistika.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahlistatistika.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahlistatistika.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahlistatistika.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahlistatistika.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahlistatistika.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahlistatistika.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahlistatistika.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahlistatistika.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahlistatistika.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahlistatistika.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahlistatistika.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahlistatistika.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahlistatistika.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahlistatistika.wordpress.com&amp;blog=6989657&amp;post=60&amp;subd=ahlistatistika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahlistatistika.wordpress.com/2009/03/27/tentang-seseorang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f7d03fdb4187644db6ee9f58d34b4587?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">richard</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Partnership, Bundling, dan Cross Selling Telkomsel</title>
		<link>http://ahlistatistika.wordpress.com/2009/03/24/partnership-bundling-dan-cross-selling-telkomsel/</link>
		<comments>http://ahlistatistika.wordpress.com/2009/03/24/partnership-bundling-dan-cross-selling-telkomsel/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 04:36:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>richard</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlistatistika.wordpress.com/2009/03/24/partnership-bundling-dan-cross-selling-telkomsel/</guid>
		<description><![CDATA[Coba liat Promosi Telkomsel di Koran-koran hari ini. Setidaknya ada tiga hal yang dilakukan dalam promosinya kali ini, antara lain: (i) telkomsel melakukan kemitraan (partnership) dengan Samsung sebagai produsen customer premises equipment (CPE) atau yang menyediakan peralatan telekomunikasi yang porsinya ada dipelanggan/ handphone; (ii) telkomsel mengabungkan (bundling) penawaran produk kartu SIM nya dengan handphone Samsung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahlistatistika.wordpress.com&amp;blog=6989657&amp;post=59&amp;subd=ahlistatistika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Coba liat Promosi Telkomsel di Koran-koran hari ini. Setidaknya ada tiga hal yang dilakukan dalam promosinya kali ini, antara lain: (i) telkomsel melakukan kemitraan (partnership) dengan Samsung sebagai produsen customer premises equipment (CPE) atau yang menyediakan peralatan telekomunikasi yang porsinya ada dipelanggan/ handphone; (ii) telkomsel mengabungkan (bundling) penawaran produk kartu SIM nya dengan handphone Samsung yang merupakan CPE; (iii) telkomsel melakukan penjualan silang (cross selling) produk kartu SIM nya dengan  produk broadband akses internet telkomsel flash. Pada saat ini, Partnership, Bundling dan Cross Selling, sudah menjadi pilihan favorit para pemasar untuk meningkatkan nilai penawaran (value offering) kepada para konsumennya. Resep ini banyak digunakan oleh perusahaan, terutama ketika menghadapi himpitan persaingan dan peningkatan posisi tawar konsumen yang semakin tinggi. Market leader kan memang harus kreatif bro……!</p>
<p>Mengapa perlu Strategi Partnership, Bundling, dan Cross Selling?</p>
<p>Partnership biasanya diperlukan jika perusahaan ingin memobilisasi eksternal resource dalam rangka menggandakan kekuatan perusahaan. Hal ini dilakukan dengan berpijak pada pandangan bahwa setiap perusahaan pada dasarnya punya kekuatan (core competence) sendiri2 yang unik. Hal inilah yang ingin disinergikan oleh 2 pihak yang bermitra. Misalnya, minimal mereka dapat mensinergikan market mereka, sehingga dapat dibentuk pasar potensil yang lebih besar dan lebih luas. Sedangkan bundling biasanya berangkat dari kepentingan konsumen. Konsumen sebagai pembeli produk biasanya akan merasa memperoleh value yang lebih, jika diberikan layanan one stop service, dimana dalam satu transaksi didapat semua produk yang dibutuhkannya. Bagaimana dengan cross selling? Cross selling biasanya mewakili dua kepentingan sekaligus, kepentingan konsumen dan produsen. Dengan  cross selling diharapkan ada win-win situation yang didapat dalam kegiatan transaksi, yaitu: (i) pembeli dapat produk lebih banyak dengan harga yang lebih murah; (ii) penjual dapat menjual produk lain yang relative sales turn overnya lebih rendah. Jadi inilah semua yang menjadi alasan dari partnership, bundling, dan cross selling. Dengan melakukan hal ini semua diharapkan ada 3 pihak yang diuntungkan secara simultan yaitu : perusahaan, mitra, dan konsumen</p>
<p>Bagaimana Antisipasi Strategi Anda?</p>
<p>Anda yang menghadapi situasi yang sama dengan telkomsel, bisa juga meniru strategi partnership, budling, dan cross selling telkomsel. Hanya yang perlu diperhatikan adalah kira-kira siapa ya…,yang mau dan pantas menjadi mitra kita. Disinilah diperlukan kemampuan untuk menilai dan memilih mitra. Pihak yang disarankan dijadikan mitra adalah (i) kekuatannya saling melengkapi/ complementer; (ii) segmen pasarnya ada yang beririsan/ intersection; (iii) tidak punya efek yang saling melemahkan. Sedangkan bundling dan cross selling bisa dilakukan dengan apa saja, selama dibutuhkan dan memuaskan pelanggan. Jadi sebenarnya kemitraan ini seperti kita memilih pasangan hidup. Akan bermanfaat dan langgeng kalau satu sama lain cocok dan saling mengisi. Ya nggak? </p>
<p>(di kutip dari blog yudi pram)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahlistatistika.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahlistatistika.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahlistatistika.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahlistatistika.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahlistatistika.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahlistatistika.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahlistatistika.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahlistatistika.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahlistatistika.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahlistatistika.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahlistatistika.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahlistatistika.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahlistatistika.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahlistatistika.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahlistatistika.wordpress.com&amp;blog=6989657&amp;post=59&amp;subd=ahlistatistika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahlistatistika.wordpress.com/2009/03/24/partnership-bundling-dan-cross-selling-telkomsel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f7d03fdb4187644db6ee9f58d34b4587?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">richard</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8216;Difficult, yes. Impossible, no&#8217;</title>
		<link>http://ahlistatistika.wordpress.com/2009/03/18/difficult-yes-impossible-no/</link>
		<comments>http://ahlistatistika.wordpress.com/2009/03/18/difficult-yes-impossible-no/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 06:52:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>richard</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlistatistika.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Statement pada judul tulisan ini, saya dapatkan ketika barusan saya melihat iklan perusahaan minyak SHELL di majalah Fortune edisi november 24,2008 yang lalu. Ini pernyataan yang hanya terdiri dari 4 kata, tetapi sangat inspiring, mengajarkan pada kita untuk tidak cengeng dan lembek dalam menggapai cita-cita dan keinginan. Ini suatu pernyataan bertuah yang tidak diciptakan begitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahlistatistika.wordpress.com&amp;blog=6989657&amp;post=51&amp;subd=ahlistatistika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Statement pada judul tulisan ini, saya dapatkan ketika barusan saya melihat iklan perusahaan minyak SHELL di majalah Fortune edisi november 24,2008 yang lalu. Ini pernyataan yang hanya terdiri dari 4 kata, tetapi sangat inspiring, mengajarkan pada kita untuk tidak cengeng dan lembek dalam menggapai cita-cita dan keinginan. Ini suatu pernyataan bertuah yang tidak diciptakan begitu saja oleh orang-orang shell, tetapi merupakan kesimpulan atas akumulasi pengalaman mereka selama 50 tahun yang lalu mencari ladang-ladang minyak di Kanada. Menemukan cadangan minyak di dalam perut bumi dan mengeksplorasinya untuk kemaslahatan serta kesejahteraan hidup masyarakat dunia memang bukan pekerjaan mudah. Investasi berupa uang, tenaga, dan waktu bisa hilang begitu saja manakala mereka salah melakukan pengeboran (Bakrie yang berharap dapat harta karun minyak, malah ketiban lumpur, apa nggak sial tuh….). Namun 5 dekade kemudian, keuletan orang-orang SHELL pada akhirnya memberikan hasil, pada saat ini Kanada sudah menjadi penghasil minyak global, mampu mengjungkirbalikan dominasi OPEC yang berupaya membentuk kartel dan mempolitisir minyak bumi.</p>
<p style="text-align:justify;">Makna dari ‘difficult, yes. Impossible, no.’ adalah tidak ada yang tidak mungkin jika segalanya diupayakan secara serius. Berbagai kesulitan memang akan menghadang dan menghalangi upaya kita mencapai tujuan dan keinginan, namun tidak berarti tidak bisa diatasi. Tidak ada alasan untuk putus asa, apalagi untuk bunuh diri! Terlalu bodoh itu……. Meskipun akan ada berbagai macam pengorbanan, akan tetapi itulah trade off yang harus dipertukarkan atas kesuksesan yang akan diperoleh. No free lunch!, semua harus dipertukarkan dengan usaha dan kerja keras, dan tentu saja harus dalam atmosfir doa dan munajat kepada sang pencipta. Pahala atau rewards tidak datang begitu saja, tetapi harus dipertukarkan dengan kerja keras dan kompetisi. Begitulah hidup, seperti mendaki puncak gunung. Anda tidak dapat menancapkan bendera penakluk dalam keadaan segar bugar tanpa kelelahan. Ada energi yang harus dipertukarkan. Ep=m.g.h, itu rumus fisikanya. Kalau energi tidak cukup, anda perlu mencari route yang tepat dan sesuai dengan kakuatan dan kelemahan anda. Anda tidak bisa mendaki terus, kadang-kadang perlu istirahat sejenak untuk mengumpulkan kekuatan dan berhitung mengenai kecukupan perbekalan. Anda harus melewati kondisi khawatir, cemas, dan ancaman akan kegagalan. Ini adalah bagian dari dinamika perjalanan (ingat untuk mencapai surga saja, anda akan melintasi jembatan syirotol mustaqim yang lebarnya hanya selebar rambut dibagi tujuh, apa nggak keder tuh…).  Namun dengan berbekal visi, kesungguhan, dan mental yang kuat, serta percaya akan adanya bantuan dan pertolongan dari yang maha kuasa maka puncak gunung setinggi apapun, selama itu ada di muka bumi, tetap saja sangat mungkin untuk ditaklukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal lain, yang harus anda sadari dari adanya pernyataan ‘difficult, yes. Impossible, no’ bahwa jangan sekali-kali meremehkan imajinasi dan mimpi. Karena bisa saja tarikan awal yang akan memprovokasi seseorang untuk menggerakan langkahnya yang pertama kali, adalah imajinasi dan mimpinya itu. Kalau punya mimpi, tidak perlu Reg spasi Primbon dan kirim ke 8997, karena anda lahir pada slasa kliwon. Tapi segeralah rumuskan langkah-langkah rasional untuk mewujudkannya. Kalau langkah pertama sudah dibuat, pekerjaan selanjutnya adalah tinggal merencanakan dan melaksanakan langkah-langkah berikutnya. Jika langkah pertama sudah dibuat, minimal anda sudah melakukan warming up, yang dapat dijadikan sebagai modal untuk gerakan dan langkah berikutnya yang lebih luwes dan efektif. Mimpi dan imajinasi, semuluk apapun masih mungkin untuk diwujudkan. ‘Why Not?’ itu adalah kalimat motivator yang diajarkan oleh Edward de Bono, jika anda menghadapi orang yang menyangsikan keinginan anda untuk menggapai mimpi dan imajinasi anda. Memang akan difficult, tapi tidak impossible! Camkan baik-baik……..hahahaha</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu apa yang perlu dijadikan bekal, agar dalam menghadapi berbagai kesulitan, anda berada dalam kondisi ‘tegar beriman’ (tapi ini bukan kepanjangan dari ‘tetap segar berkat istri teman’). Ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian:</p>
<p style="text-align:justify;">a.       Pertahankan motivasi. Motivasi adalah keinginan dan kebutuhan yang ada dalam diri untuk melakukan sesuatu dalam rangka memenuhi kebutuhan tersebut. Agar motivasi anda bertahan, anda harus mengelola smangat anda. Jangan pernah merasa bahwa beban lebih besar dari kesanggupan anda (skali2 minum obat kuat mungkin tidak apa-apa, asal jangan obat keras! Karena mengandung semen, batu, atau besi).</p>
<p style="text-align:justify;">b.      Pandai-pandailah menghitung resiko. Resiko yang akan anda hadapi harus diidentifikasi dan anda kalkulasi. Jika resiko sudah anda kalkulasi dan anda antisipasi, maka anda tidak akan terkaget-kaget yang berlebihan menghadapi berbagai kesulitan yang menghadang. Anda akan relatif lebih siap untuk menaklukan handicap yang anda hadapi karena sudah memperkirakan sebelumnya, apalagi kalau perkiraannya sangat akurat.</p>
<p style="text-align:justify;">c.       Siapkan plan B atau skenario alternatif. Jangan fanatik pada satu skenario, segeralah menjalankan rencana alternatif, jika rencana yang dijalankan pertama mengalami kegagalan yang fatal dan tidak bisa diperbaiki lagi (kayanya ini yang diterapkan para artis, sehingga banyak yang kawin cerai …..hahaha). Seperti dalam labirin, memang akan ada jalan yang buntu, tetapi tidak semua jalan buntu. Percayalah bahwa jumlah jalan yang tidak buntu pada dasarnya lebih banyak dari jalan yang buntu.</p>
<p style="text-align:justify;">d.      Kembangkan kemampuan mengevaluasi dan kemauan belajar. Apapun hasil yang anda peroleh, biasakanlah untuk melakukan refleksi sejenak. Merenung dan mencari makna dari pencapaian yang anda peroleh akan membiasakan anda untuk belajar dari pengalaman dan masa lalu. Ini akan membuat anda semakin ahli dan memiliki khasanah berfikir yang luas dalam memperkirakan pola-pola yang akan terjadi di dalam perjalanan berikutnya</p>
<p style="text-align:justify;">e.      Selalu berfikir kreatif. Dalam berfikir kreatif anda melakukan penciptaan jalan keluar dari suatu masalah yang tidak sebatas mengikuti yang sudah standar atau yang sudah terjadi. Cobalah memikirkan hal-hal baru, dengan memanfaatkan perspektif, sudut pandang, dan paradigm berfikir yang lebih variatif.</p>
<p style="text-align:justify;">Ok, selamat bersusah payah mewujudkan mimpi dan keinginan, semuanya serba mungkin kok!. Yang tidak mungkin adalah hanya memakan kepala sendiri (sekreatif apapun, kayanya ga mungkin deh orang bisa memakan kepalanya sendiri………)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahlistatistika.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahlistatistika.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahlistatistika.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahlistatistika.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahlistatistika.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahlistatistika.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahlistatistika.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahlistatistika.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahlistatistika.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahlistatistika.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahlistatistika.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahlistatistika.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahlistatistika.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahlistatistika.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahlistatistika.wordpress.com&amp;blog=6989657&amp;post=51&amp;subd=ahlistatistika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahlistatistika.wordpress.com/2009/03/18/difficult-yes-impossible-no/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f7d03fdb4187644db6ee9f58d34b4587?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">richard</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>How to use &#8220;used to&#8221; in English</title>
		<link>http://ahlistatistika.wordpress.com/2009/03/17/how-to-use-used-to-in-english/</link>
		<comments>http://ahlistatistika.wordpress.com/2009/03/17/how-to-use-used-to-in-english/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 11:47:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>richard</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Bahasa Inggris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlistatistika.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[There&#8217;s a big difference between used to live - to talk about past habits or states and is used to doing - to talk about something that you are now familiar with. For example, a common mistake is &#8220;I am used to study.&#8221; Do you mean that you used to study, but you don&#8217;t study [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahlistatistika.wordpress.com&amp;blog=6989657&amp;post=42&amp;subd=ahlistatistika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>There&#8217;s a big difference between <strong>used to live </strong>- to talk about past habits or states and <strong>is used to doing </strong>- to talk about something that you are now familiar with.</p>
<p>For example, a common mistake is &#8220;I am used to study.&#8221;<br />
Do you mean that you used to study, but you don&#8217;t study any more, or do you mean that you know about studying?<br />
Avoid making mistakes by remembering the verb pattern.<br />
Used to + verb describes a past habit or state.</p>
<p>For example:<br />
He used to smoke, but he doesn&#8217;t now.&#8221;<br />
To be <strong>used to + verb</strong> with ing describes something that you are now familiar with.</p>
<p>For example:<br />
&#8220;Five years ago, I didn&#8217;t know about the internet. Now I <strong>am used to working</strong> with it.&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahlistatistika.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahlistatistika.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahlistatistika.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahlistatistika.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahlistatistika.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahlistatistika.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahlistatistika.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahlistatistika.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahlistatistika.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahlistatistika.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahlistatistika.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahlistatistika.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahlistatistika.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahlistatistika.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahlistatistika.wordpress.com&amp;blog=6989657&amp;post=42&amp;subd=ahlistatistika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahlistatistika.wordpress.com/2009/03/17/how-to-use-used-to-in-english/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f7d03fdb4187644db6ee9f58d34b4587?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">richard</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lupa Password Windows XP?</title>
		<link>http://ahlistatistika.wordpress.com/2009/03/17/lupa-password-windows-xp/</link>
		<comments>http://ahlistatistika.wordpress.com/2009/03/17/lupa-password-windows-xp/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 11:35:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>richard</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlistatistika.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Kalo lupa password administrator Windows XP boleh coba, -Hidupkan PC, masuk ke Safe Mode Windows, (ketika PC dalam keadaan POST (Power On Self Test, Press F8) -Login ke salah satu user non administrator yg tanpa passwd atw yg inget passwd-nya. -Setelah masuk ke OS, pilih start -&#62; run -&#62; ketik CMD . -Setelah masuk ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahlistatistika.wordpress.com&amp;blog=6989657&amp;post=37&amp;subd=ahlistatistika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo lupa password administrator Windows XP boleh coba,<br />
-Hidupkan PC, masuk ke Safe Mode Windows, (ketika PC dalam keadaan POST (Power On Self Test, Press F8)<br />
-Login ke salah satu user non administrator yg tanpa passwd atw yg inget passwd-nya.<br />
-Setelah masuk ke OS, pilih start -&gt; run -&gt; ketik CMD .<br />
-Setelah masuk ke command prompt, ketik C:\Windows\System32<br />
-Demi keamanan back up file bernama logon.scr, ketik copy logon.scr to logon.bak (nama file back up bebas)<br />
-Buat back up cmd.exe, ketikkan copy CMD.EXE logon.scr<br />
-Ubah password administrator, di direktori c:\windows\System32, ketik net user administrator passwordbaruku<br />
-Muncul pesan, password berhasil di update<br />
-Restart pc,<br />
-Pada beberapa konfigurasi system operasi cara ini tidak berhasil dijalankan.,<br />
-Solusi lain pake utility seperti solusi pertama&#8230;<br />
Have a nice try !!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahlistatistika.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahlistatistika.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahlistatistika.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahlistatistika.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahlistatistika.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahlistatistika.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahlistatistika.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahlistatistika.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahlistatistika.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahlistatistika.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahlistatistika.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahlistatistika.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahlistatistika.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahlistatistika.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahlistatistika.wordpress.com&amp;blog=6989657&amp;post=37&amp;subd=ahlistatistika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahlistatistika.wordpress.com/2009/03/17/lupa-password-windows-xp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f7d03fdb4187644db6ee9f58d34b4587?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">richard</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Descriptive Statistics</title>
		<link>http://ahlistatistika.wordpress.com/2009/03/17/descriptive-statistics/</link>
		<comments>http://ahlistatistika.wordpress.com/2009/03/17/descriptive-statistics/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 10:09:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>richard</dc:creator>
				<category><![CDATA[Statistika Deskriptif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlistatistika.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Descriptive statistics are used to describe the basic features of the data in a study. They provide simple summaries about the sample and the measures. Together with simple graphics analysis, they form the basis of virtually every quantitative analysis of data. Descriptive statistics are typically distinguished from inferential statistics. With descriptive statistics you are simply [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahlistatistika.wordpress.com&amp;blog=6989657&amp;post=7&amp;subd=ahlistatistika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Descriptive statistics are used to describe the basic features of the data in a study. They provide simple summaries about the sample and the measures. Together with simple graphics analysis, they form the basis of virtually every quantitative analysis of data.<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-11" title="images3" src="http://ahlistatistika.files.wordpress.com/2009/03/images3.jpg" alt="images3" width="130" height="130" />Descriptive statistics are typically distinguished from inferential statistics. With descriptive statistics you are simply describing what is or what the data shows. With inferential statistics, you are trying to reach conclusions that extend beyond the immediate data alone. For instance, we use inferential statistics to try to infer from the sample data what the population might think. Or, we use inferential statistics to make judgments of the probability that an observed difference between groups is a dependable one or one that might have happened by chance in this study. Thus, we use inferential statistics to make inferences from our data to more general conditions; we use descriptive statistics simply to describe what&#8217;s going on in our data.</p>
<p>Descriptive Statistics are used to present quantitative descriptions in a manageable form. In a research study we may have lots of measures. Or we may measure a large number of people on any measure. Descriptive statistics help us to simply large amounts of data in a sensible way. Each descriptive statistic reduces lots of data into a simpler summary. For instance, consider a simple number used to summarize how well a batter is performing in baseball, the batting average. This single number is simply the number of hits divided by the number of times at bat (reported to three significant digits). A batter who is hitting .333 is getting a hit one time in every three at bats. One batting .250 is hitting one time in four. The single number describes a large number of discrete events. Or, consider the scourge of many students, the Grade Point Average (GPA). This single number describes the general performance of a student across a potentially wide range of course experiences.</p>
<p>Every time you try to describe a large set of observations with a single indicator you run the risk of distorting the original data or losing important detail. The batting average doesn&#8217;t tell you whether the batter is hitting home runs or singles. It doesn&#8217;t tell whether she&#8217;s been in a slump or on a streak. The GPA doesn&#8217;t tell you whether the student was in difficult courses or easy ones, or whether they were courses in their major field or in other disciplines. Even given these limitations, descriptive statistics provide a powerful summary that may enable comparisons across people or other units.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahlistatistika.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahlistatistika.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahlistatistika.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahlistatistika.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahlistatistika.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahlistatistika.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahlistatistika.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahlistatistika.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahlistatistika.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahlistatistika.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahlistatistika.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahlistatistika.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahlistatistika.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahlistatistika.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahlistatistika.wordpress.com&amp;blog=6989657&amp;post=7&amp;subd=ahlistatistika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahlistatistika.wordpress.com/2009/03/17/descriptive-statistics/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f7d03fdb4187644db6ee9f58d34b4587?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">richard</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ahlistatistika.files.wordpress.com/2009/03/images3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images3</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
